Membuat Sistem Backup Dokumen Terjadwal Ke Data-Center Via FTP | Cobian Backup

 Sumber : http://www.bangandi.web.id/2015/06/membuat-sistem-backup-dokumen-terjadwal.html

Backup dokumen penting ke server data-center, memakai software tambahan yang digunakan untuk user dengan komputer yang berbasis sistem windows yaitu dengan bantuan Cobian Backup 11 Gravity, ini adalah versi yang terakhir saat artikel ini dibuat, dulu pernah memakai To Do Backup & FBackup namun karena memakai yang versi Free banyak fitur-fitur seperti fitur email notification sudah di komersialkan dan sudah tidak bisa digunakan lagi, sebenarnya di Open Media Vault ( OMV ) ada fitur rsync.

Tahapan setting Cobian Backup Gravity 11 sebagai berikut :

Setting 1.

Dalam kasus saya ada beberapa Task per hari, memang sengaja di setting per hari kerja dengan setting berbeda-beda, sebenarnya cukup satu Task jika setting nya sama saja dan di set daily backup.
Cobian 1

Setting 2.

Di Task name, isi nama tugas backup-nya. Use Volume Shadow Copy harus dicentang agar cobian bisa tetap melakukan proses backup walaupun dokumen sedang dipakai/ dibuka. Kemudian tinggal pilih tipe backup yang di inginkan.

Cobian 2

Setting 3.

Source [ klik add ], plilh file/ folder yang ingin di backup, bisa dari local drive atau network drive. Destination [ klik add ], pilih FTP sebagai tempat untuk menyimpan hasil cobian backup, karena dalam kasus saya, proses backup dilakukan via ftp agar lebih cepat & efesien, sebelumnya telah dibuat folder khusus berupa sharing folder [ zb-username ] di Data-Center [ Open Media Vault ] per user lalu dipilih.
Cobian 3
Karena memakai fitur FTP maka ada setting tambahan seperti : ip address Host, port FTP, username & password FTP, alamat Direktori absolute path. Kemudian lakukan Test, jika sukses FTP setting sudah benar
Cobian 3-1. Klik untuk memperbesar ganbar.

Setting 4.

Dalam kasus saya, setting yang dipilih weekly karena saya ingin backup per hari dengan setting yang berbeda-beda, serta tentukan waktu backup akan dijalankan, sebaiknya pada waktu tepat.

Cobian 4

Setting 5.

Set saja Normal priority [ Default ].

Cobian 5

Setting 6.

Set saja No compression [ Default ]. Namun, bila ingin dikompres untuk menghemat kuota Data-Center bisa juga, plus bisa ditambahkan juga enkripsi terutama untuk user tertentu seperti staf IT, staf keuangan dsb.
Cobian 6

Setting 7.

Nah, ini bagian terpenting juga, karena dalam kasus saya hanya ingin mem-backup file dokumen tertentu seperti Ms Office [ .doc|docx, .xls|xlsx, .ppt|pptx dsb ], PDF [ .pdf ]. Maka untuk file lainnya saya buatkan dahulu nama ekstensinya di notepad lalu saya tambahkan [ add ] di bagian Exclude these files. Sebab, jika ada file gambar > 2 MB dan file video > 2 MB atau ada file .ISO! maka proses backup akan memakan waktu yang lama/ gagal, dan akan cepat memenuhi kuota user, apalagi jika user sudah di set kuotanya 5 GB saja.
Dengan Fitur Exclude these files, maka cobian backup secara otomatis melakukan proses filter secara otomatis, dihitung kembali jumlah file yang akan di backup lalu ditampilakn di UI cobian, Hebat bukan, jadi kita mengetahui seberapa besar total file yang akan di backup.
Cobian 7

Setting 8.

Dalam kasus saya belum diperlukan jadi tidak digunakan.

Cobian 8

Setting 9.

Dalam kasus saya dibiarkan saja, default. Sebenarnya fitur Impersonation bisa digunakan untuk bisa membantu proses backup berjalan dengan sukses.
Cobian 9

Setting 10.

Pada Options > Log. File log yang lebih dari 30 hari saya Delete, sesuaikan saja. Mail log files harus dicentang bila ingin mengunakan fitur e-mail notification. Waktu pengiriman email saya set 09:37 Wib, Harian ( Daily ).
Cobian 10
Pada opsi MailSSL, karena saya mengunakan GMail maka di setting seperti dibawah ini, untuk email lainnya di sesuaikan saja.
Cobian 10-1. Klik untuk memperbesar ganbar.

Setting 11.

Test Mail Setting untuk e-mail notification, jika setting benar maka hasilnya akan seperti dibawah ini.
Cobian 11. Klik untuk memperbesar gambar.


Selamat Mencoba!.

Cobian Backup

sumber http://www.cobian.se/cobianbackup.htm

Cobian Backup

“…If you are looking for a stable and reliable application to safeguarding your data, Cobian Backup will not disappoint you. Give it a try…” From the Softoxi review.

Softoxi Sofpedia Pricelessware
Click HERE to see more awards that Cobian Backup
has won over the years

Warning! When downloding the program, some versions of Symantec Antivirus may mark the setup file (or some of its components) with the WS.Reputation.1 flag.  You can help at least a bit by re-submitting the program or the site to them for revaluation. Thank you.

Cobian Backup 11, Gravity Cobian Backup 11 (Gravity)
Version 11, Gravity
For Windows XP, 2003, Vista, 2008, Windows 7
Works in both 32 and 64 bits Windows
Latest version: 11.2.0.556
See what’s new

Boletus Download Cobian Backup 10
Version 10 Boletus
For Windows XP, 2003, Vista, 2008, Windows 7
(works in both 32 and 64 bits Windows)
Latest version: 10.1.1.816
See what’s new

AmanitaDownload Cobian Backup 9
Version 9 Amanita
For Windows NT, 2000, XP, 2003, Vista
Latest version: 9.5.1.212
See what’s new

Black MoonDownload Cobian Backup 8
Version 8 Black Moon
For Windows NT, 2000, XP, 2003, Vista
Latest version: 8.4.0.202

Luz de LunaDownload Cobian Backup 7
Version 7 Luz de Luna
For Windows 95*, 98, ME, Windows NT, 2000, XP, 2003
Latest version: 7.6.0.353


Want to donate? Click!

Support forum

Got questions? Please, read the help file and the FAQ first. If you don’t find the answer to your questions there, post them in the forum and I will gladly try to help you.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Screenshot

Cobian Backup Amanita

Features

Cobian Backup is a multi-threaded program that can be used to schedule and backup your files and directories from their original location to other directories/drives in the same computer or other computer in your network. FTP backup is also supported in both directions (download and upload).

Cobian Backup exists in two different versions: application and service. The program uses very few resources and can be running on the background on your system, checking your backup schedule and executing your backups when necessary.

Cobian Backup is not an usual backup application: it only copies your files and folders in original or compressed mode to other destination, creating a security copy as a result. So Cobian Backup can be better described as a “Scheduler for security copies”. Cobian Backup supports several methods of compression and strong encryption.

Pencapaian penting informatika kesehatan

 

 

Minat penelitian dan pengembangan informatika kesehatan telah dimulai sejak lebih dari setengah abad yang lalu. Pada dekade1950 an, Ledley dan Lusted telah menulis artikel “Reasoning Foundations of Medical Diagnosis” di Majalah Science 1. Tulisan tersebut telah menginspirasi bahwa komputer dapat dimanfaatkan untuk mendukung diagnosis dan terapi, meski pada saat itu komputer secara terbatas hanya dikenal di komunitas penelitian mutakhir. Pada perkembangan selanjutnya, informatika kesehatan mengalami banyak kemajuan seiring dengan peningkatan kemampuan pemrosesan komputer dan teknologi informasi.

Hingga saat ini telah dipublikasikan lebih dari 120 ribu artikel hasil penelitian bidang informatika kesehatan di Pubmed. Beberapa hasil penelitian dan pengembangan tersebut dinilai telah memberikan kontribusi penting untuk bidang kedokteran dan kesehatan. Sejumlah akademisi pernah memberikan penilaian beberapa pencapaian penting informatika kesehatan. Dean Sittig menuliskan “Top 10 accomplishments in biomedical informatics” pada salahsatu email yang dikirim ke acmi-discussion@mail.amia.org 2, yaitu:
1. MEDLINE database. MEDLINE (Medical Literature Analysis and Retrieval System Online) adalah database literatur ilmu hayat dan biomedis internasional. Database memuat lebih dari 13 juta artikel dari kurang lebih 4800 terbitan terpilih sejak dari tahun 1966 hingga saat ini. MEDLINE dapat diakses secara cuma-cuma di internet melalui PubMed;
2. The Unified Medical Language System (UMLS). UMLS merupakan ikhtisar teratur (controlled compendium) dari beragam perbendaharaan kata (vocabulary) kedokteran, serta memetakan antar istilah yang yang ada didalamnya;
3. Sistem pendukung keputusan klinis yang terintegrasi kedalam sistem informasi rumah sakit;
4. MUMPS (Massachusetts General Hospital Utility Multi-Programming System), atau nama lainnya M, merupakan bahasa pemrograman yang diciptakan pada akhir tahun 1960 an untuk digunakan pada industri pelayanan kesehatan;
5. Sistem cerdas seperti QMR, DxPLAIN, MYCIN, atau software untuk menghitung dosis obat secara personal;
6. Sistem rekam medis elektronik komprehensif;
7. The Visible Human Project, suatu project untuk membuat sekumpulan data lengkap foto potongan lintang tubuh manusia untuk memfasilisatasi aplikasi visualisasi anatomi;
8. Health Level 7 (HL-7), suatu standar pertukaran data kedokteran;
9. Pemahaman akan proses-proses yang mendasari diagnosis, perencanaan terapi, sistem pengingat pada rekam medis berorientasi masalah dan waktu;
10 Human Genome Project, suatu proyek untuk mengurutkan (sekuen) dan memetakan 3 bilyun nukleotida pada genom serta mengidentifikasi seluruh gen pada manusia.

Selain Sittig, Reinhold Haux juga menyebutkan “Achievement of six most important (medical informatics) sub fields” dalam artikel Aims and Tasks of Medical Informatics yang diterbitkan International Journal of Medical Informatics pada tahun 1997 3, yang mencakup bidang-bidang:
1. Sistem informasi kesehatan;
2. Dokumentasi medis;
3. Pemrosesan signal medis;
4. Pemrosesan citra medis;
5. Pendukung diagnosis dan terapi berbasis pengetahuan;
6. Bioinformatika molekular.

Dari poin-poin pencapaian diatas, tampak Sittig lebih menekankan pada contoh-contoh nyata pencapaian, sedangkan Haux menjelaskan secara umum dengan mengelompokkan hasil pencapaian kedalam sub bidang (informatika kesehatan). Meski tampak adanya perbedaan, jika dicermati, bentuk-bentuk pencapaian yang dimaksud oleh Sittig dan Haux memiliki banyak kesamaan. Berikut ini kesamaan penilaian pencapaian informatika kesehatan oleh Sittig dan Haux:

Pertama. Sistem informasi kesehatan (poin 1 Haux) direpresentasikan pada sistem informasi rumah sakit yang sangat kompleks. Selain untuk mendukung kepentingan manajemen untuk tujuan efisiensi dan pelaporan, sistem informasi rumah sakit juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap pasien. Salahsatu hal yang ditekankan untuk menjamin kontinyuitas kualitas pelayanan adalah kemampuan pertukaran data elektronik antar sistem informasi kesehatan. Secara spesifik, Sittig menunjuk Health Level 7 aka HL7 (poin 8 Sittig), sebagai salahsatu standar pertukaran data medis yang paling banyak diadopsi didunia.

Kedua. Dokumentasi medis (poin 2 Haux) mencatat seluruh data penting yang didapat selama pasien dirawat. Informasi pada medical documentation digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan medis, penelitian dan aspek legal. Dengan semakin banyaknya data yang bisa dicatat, serta perlunya informasi dapat dibaca oleh berbagai pihak yang berkompeten secara simultan, maka dokumentasi kertas dinilai kurang memadai lagi. Electronic medical record systems (poin 6 Sitting) dan Unified Medical Language System (poin 2 Sittig) sebagai komponen data medis terstandarisasi, secara khusus ditunjuk oleh Sittig sebagai realisasi medical documentation yang ideal.

Ketiga. Dengan ditemukannya perangakat pemrosesan citra medis (poin 4 Haux), seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Positron Emission Tomography (PET), kemampuan mendeteksi adanya kelainan kecil pada jaringan secara non invasif menjadi lebih baik. Selain untuk mendiagnosa, medical image processing juga telah diaplikasikan pada proses terapi, semisal perencanaan dosis radioterapi dan panduan bagi minimal invasive surgery. Salahsatu proyek penting pemrosesan citra medis adalah Visible Human Project (poin 8 Sittig) yang bertujuan menciptakan suatu struktur pengetahuan yang secara transparan menghubungkan antara bentuk informasi visual (CT dan MR image) dengan informasi simbolik (nama bagian tubuh).

Keempat. Melalui pemodelan dan representasi pengetahuan, knowledge-based support of diagnosis and therapy (poin 5 Haux) dimanfaatkan untuk membantu klinisi dalam menegakkan diagnosa dan memilih terapi yang tepat. Pada awal pengembangannya, sistem pendukung berbasis pengetahuan tersebut dikembangkan untuk tujuan khusus, semisal MYCIN sistem pakar diagnosa penyakit infeksi dan umumnya sistem tersebut berdiri sendiri, seperti QMR, DxPLAIN (poin 5 Sittig). Pada perkembangan selanjutnya, sistem pendukung keputusan klinis telah terintegrasi kedalam sistem informasi rumah sakit (poin 3 Sittig).

Kelima. Molecular bioinformatics (poin 6 Haux) mengembangkan algoritma, teknik komputasi dan statistik untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ditemui pada analisis data biomolekular. Kemampuan komputasi yang ada saat ini dapat digunakan untuk melakukan analisis sekuen DNA, mencari gen pada suatu genom, menandai dan melakukan perbandingan genom, serta meprediksi struktur protein. Salahsatu pencapaian penting bioinformatics adalah Human Genome Project (poin 10 Sittig). Dengan melakukan interpretasi dari data lengkap genome manusia, akan dapat diidentifikasi gen-gen penyebab penyakit dan kelainan, seperti kanker, penyakit Alzheimer, fibrosis kistik, dan lain-lain.

Pencapaian-pencapaian yang telah disebutkan tersebut bukanlah akhir dari aktifitas penelitian dan pengembangan informatika kesehatan. Beberapa pencapaian masih diadopsi secara terbatas, semisal sistem informasi kesehatan terintegrasi dan HL7 baru diimplementasi oleh negara-negara maju. Sedangkan pencapaian-pencapaian lain seperti UMLS, Visible Human Project merupakan dasar bagi pengembangan lebih lanjut sistem pendukung keputusan medis dan simulasi biomedis dimasa yang akan datang. Kecepatan perkembangan ilmu komputer dan teknologi informasi juga dapat “mematikan” pencapaian, seperti MYCIN yang sempat populer digunakan sebagai bahasa pemrograman sistem informasi rumah sakit pada dekade 1970 s/d 1980 selanjutnya banyak tergantikan oleh bahasa pemrograman berorientasi obyek, perintah SQL dan bahasa script.

Referensi

1. Ledley RS, Lusted LB. 1959. Reasoning foundations of medical diagnosis. Science. 1959;130:9-21. Reprinted in MD Comput. 1991;8(5):300-14.

2. Sittig, D. 2000. Top 10 accomplishments in biomedical informatics. Electronic mail posting to acmi-discussion@mail.amia.org, September 24, 2000.

3. Haux R. 1997. Aims and tasks of medical informatics. International Journal of Medical Informatics 44 (1997) 9-20

 

Silabus Jurusan Teknik Informatika

Bagi rekan dan kawan2 dosen yang ingin cari silabi dapat buka Link ini :

TF-8323 : Artificial Intellegence
Etika Profesi
Sistem Informasi Geografis
Interpersonal Skill
Komunikasi Bisnis
Penulisan Karya Ilmiah
Sistem Client Server
Interaksi Manusia dan Komputer
Pemrograman Internet Lanjut
Teknik Animasi 1
Business English Conversation
Jaringan Komputer
Manajemen Proyek Perangkat Lunak
Pemrograman Berorientasi Objek
Pengantar Pemrograman Internet
Sistem Berkas dan Pengarsipan
Basis Data Lanjut
Komunikasi Data
Metode Berorientaasi Objek
Metode Numerik
Perancangan dan Pemrograman Basis Data
Kewarganegaraan
Rekayasa Perangkat Lunak I
TF-2112 : Pendidikan Agama
Algoritma danPemrograman II

Sumber : http://informatika.unla.ac.id/?url=silabus